JAILOLO, (JaringanMalut.id) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI mengalokasikan anggaran Rp 75,630 Miliar untuk pengembangan tiga Pelabuhan di Kabupaten Halmahera Barat Tahun 2026.
Yakni, Pengembangan Fasilitas Pokok Pelabuhan Matui pada UPP Jailolo Rp 66 Miliar, Pengembangan Fasilitas Darat Pelabuhan Jailolo Rp 9,33 Miliar dan Pembuatan Plan Fender Sisi Kanan Pelabuhan Bataka Rp 597 juta.
Hal ini disampaikan langsung Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub dalam pertemuan kepala daerah dan wakil kepala daerah bersama Wakil Menteri Perhubungan RI, Komjen Pol (Purn) Drs Suntana, M.Si dengan jajaran Ditjen di Meeting Room Lantai 8 Kantor Kemenhub Jakarta, Jumat (14/11/2025)
Pertemuan yang difasilitasi Anggota DPD RI Dapil Maluku Utara, Dr Graal Taliawo ini, tujuannya untuk menjembatani kepentingan pemerintah daerah dengan kementerian.
Setelah paparan pengantar dari Dr. Graal Taliawo, kemudian para kepala daerah / Wakil diminta menyampaikan permasalahan serta kebutuhan daerah terkait perhubungan darat, laut dan udara di daerah masing-masing,
Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhamad, yang hadir atas nama pemerintah daerah, memanfaatkan forum tersebut dengan menyampaikan
beberapa hal baik terkait usulan yang telah disampaikan Bupati James Uang maupun aspirasi masyarakat, khusus pengguna lima pelabuhan di Halmahera Barat
Yakni, Pelabuhan Jailolo, Pelabuhan Penyeberangan Sidangoli, Pelabuhan Kontainer Matui, Pelabuhan Lokal Kedi dan Pelabuhan Barang Bataka.
“Aspirasi yang saya sampaikan ini disambut baik Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Laut, dengan menyampaikan bahwa Halmahera Barat Tahun 2026 telah dialokasikan anggaran untuk pengembangan tiga pelabuhan. Yakni, Pelabuhan Matui, Jailolo dan Pelabuhan Bataka,”kata wabup
Tak hanya itu, orang nomor dua di Pemkab Halbar ini kembali mengusulkan kepada Kemenhub, terkait bantuan fasilitas pelabuhan Matui, seperti Forklift dan Tronton, pengerukan Pelabuhan Matui, Jailolo dan Kedi serta pemasangan lampu mercusuar Pelabuhan Kedi
Termasuk menyuarakan ke PT Pelni melalui Kemenhub agar 2026 Kapal PSO Nggapulu tetap menyinggahi Pelabuhan Jailolo. Jika tidak, harus ada penggantinya termasuk Kapal Tol Laut di Matui
Diakhir pertemuan itu, wabup menyampaikan wacana isu Regional. Yakni sudah saatnya Kementerian Perhubungan mulai merencanakan Pembangunan Jaringan Rel Kereta Api Lintas Halmahera.
Hal ini penting disuarakan dari sekarang mengingat pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang sangat tinggi, selain itu jarak Trans Halmahera yang merupakan pulau terbesar ke-7 di Indonesia mencapai kurang lebih 450 kilometer
“Usulan tersebut sempat direspons Pak Wamenhub dan jajarannya serta beberapa kepala daerah,”ucapnya.
Kepala daerah yang hadir dalam pertemuan itu adalah, Bupati Halut Piet Hein Babua, Bupati Morotai Rusli Sibua, Bupati Halteng Ikram Malan M Sangadji, Wabup Halsel Helmy Umar Muchsin, Wakil Bupati Halbar Djufri Muhamad, Wakil Walikota Ternate, Nasri Abubakar dan Sekda Haltim Ricky Chairul Richfat. (met/JM)


















