TERNATE, (JaringanMalut.id) – Pengurus Provinsi Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Maluku Utara kembali menegaskan komitmennya membangun ekosistem olahraga selancar yang berdaya saing nasional.
Melalui dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, PSOI Malut mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti Pelatihan Pelatih Tingkat Nasional Selancar Ombak yang digelar di Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 14–19 Oktober 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas pelatih nasional yang diinisiasi Kemenpora, untuk memperkuat struktur pembinaan olahraga prestasi, khususnya pada cabang selancar ombak yang kini tumbuh pesat di berbagai daerah pesisir Indonesia.
Ketua Harian PSOI Maluku Utara, Arsad Sangaji menegaskan, langkah ini bukan sekadar keikutsertaan simbolik, tetapi strategi konkret untuk memperkuat fondasi pembinaan atlet dan pelatih di daerah.
“Kami ingin memastikan Maluku Utara tidak hanya dikenal karena keindahan laut dan pantainya, tetapi juga karena kualitas pelatih dan atletnya di cabang selancar. Mengirim pelatih ke pelatihan tingkat nasional adalah investasi strategis untuk masa depan olahraga bahari kita,”ujarnya.
Lebih jauh, Chaken Kolano (sapaan akrab Arsad Sangaji) mengatakan, PSOI Maluku Utara memandang keikutsertaan dalam pelatihan nasional ini sebagai momentum untuk memperluas jejaring, mengadopsi standar kepelatihan profesional, dan membuka peluang kolaborasi lintas daerah.
Dengan potensi spot-spot selancar kelas dunia di Maluku Utara dinilai layak menjadi episentrum baru olahraga selancar Indonesia Timur.
“Kami ingin pelatih-pelatih Maluku Utara mampu berdiri sejajar dengan daerah lain. Bahkan menjadi pelopor pembinaan atlet selancar yang berprestasi nasional maupun internasional,”tambahnya.
Melalui partisipasi ini, PSOI Maluku Utara berharap dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia olahraga, mengintegrasikan potensi wisata bahari, dan menjadikan selancar ombak bukan sekadar olahraga rekreasi, tetapi juga sumber kebanggaan dan ekonomi kreatif bagi masyarakat pesisir Maluku Utara. (met/JM)


















