Program Vokasi Pelita Angkatan IV: Harita Nickel Latih 40 Pemuda Obi jadi Operator Alat Berat Bersertifikasi

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL – Harita Nickel kembali memperkuat pengembangan kapasitas sumber daya manusia lokal melalui program vokasi Peningkatan Keahlian Keterampilan Pemuda (PELITA) angkatan IV, Rabu (18/02/2026)

Kegiatan ini diikuti 40 pemuda Pulau Obi dalam pelatihan operator Overhead Crane bersertifikasi sebagai bagian dari upaya perusahaan membangun kesiapan tenaga kerja yang selaras dengan kebutuhan operasi industri hilirisasi nikel

Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, mengatakan program PELITA dirancang untuk menjembatani kebutuhan industri dengan potensi pemuda daerah yang belum memiliki keterampilan khusus.

“Inisiatif vokasi PELITA adalah wujud nyata keberpihakan perusahaan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Ini strategi kami agar masyarakat dapat menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri dengan kompetensi yang teruji,”ujar Broto.

Sebagai perusahaan pertambangan dan hilirisasi nikel terintegrasi, Harita Nickel saat ini menyerap sekitar 26 ribu tenaga kerja. Sebanyak 85 persen diantaranya adalah warga negara Indonesia, dimana sekitar 50 persen berasal dari Maluku Utara.

Baca Juga :  iPad Pro M1 Chip: Bringing The MacBook Pro Power

Program PELITA menjadi salah satu upaya untuk terus meningkatkan keterlibatan talenta lokal tersebut dalam struktur operasional perusahaan.

Selama tiga bulan, para peserta akan menjalani pelatihan intensif untuk mengoperasikan Overhead Crane. Selain itu, program ini juga memadukan pembinaan mental, fisik, dan kedisiplinan agar peserta memiliki etos kerja industri yang kuat.

“Target kami jelas, agar pemuda lokal memiliki peluang karier yang lebih baik. Terbukti, sebagian besar lulusan PELITA angkatan sebelumnya telah terserap dan bekerja di lingkungan operasi perusahaan,”tambah Broto.

Dampak program ini dirasakan langsung oleh La Rehan, salah satu peserta PELITA angkatan IV asal Desa Soligi. Sebelumnya, ia bekerja sebagai Tenaga Harian Lepas dan mengikuti seleksi untuk mendapatkan kesempatan belajar keterampilan baru.

Baca Juga :  For Families of Teens at Microsoft Surface

“Saya sangat senang bisa terpilih. Program ini memberikan kesempatan bagi kami warga lokal yang minim pengalaman untuk memiliki keterampilan industri. Saya berharap ini menjadi batu loncatan untuk pengembangan karier saya ke depan,” ungkapnya.

Program PELITA telah berjalan dalam beberapa angkatan. Angkatan pertama mencetak 14 operator Wheel Loader, disusul angkatan kedua dengan 28 operator Overhead Crane yang kini bekerja difasilitas pemrosesan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF).

Sementara angkatan ketiga yang memfokuskan pada keahlian Bahasa Mandarin telah meluluskan 22 peserta yang kini akan memasuki tahap pemagangan.

Konsistensi pelaksanaan program PELITA mencerminkan pendekatan Harita Nickel dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif di Pulau Obi.

Melalui penguatan kompetensi lokal, perusahaan tidak hanya mendukung pemberdayaan masyarakat, tetapi juga memperkuat fondasi operasional yang aman, adaptif dan berorientasi jangka panjang. (met/red)

Berita Terkait

Kebohongan Soal Listrik di Aceh Pulih 93 Persen Menyakitkan Korban dan Tidak Bisa Ditolerir, “Pecat Bahlil dan Darmo”
APDESI se Indonesia Tolak Pemberlakuan PMK Nomor: 81 Tahun 2025
What Moves Gravel-Size Gypsum Crystals Around the Desert?
A Lesson From the Henrietta Lacks Story: Science Needs Your Cells
No Longer a Dream: Silicon Valley Takes On the Flying Car
Spend a Dollar on Upcoming iPhone 13, and How to Save More
Watching Their Dust: Photographing Players in Pollination
Dell XPS 13 2021: The best Windows laptop now with OLED
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:54 WIB

Program Vokasi Pelita Angkatan IV: Harita Nickel Latih 40 Pemuda Obi jadi Operator Alat Berat Bersertifikasi

Selasa, 9 Desember 2025 - 20:06 WIB

Kebohongan Soal Listrik di Aceh Pulih 93 Persen Menyakitkan Korban dan Tidak Bisa Ditolerir, “Pecat Bahlil dan Darmo”

Minggu, 30 November 2025 - 01:11 WIB

APDESI se Indonesia Tolak Pemberlakuan PMK Nomor: 81 Tahun 2025

Kamis, 19 Juni 2025 - 05:51 WIB

What Moves Gravel-Size Gypsum Crystals Around the Desert?

Kamis, 19 Juni 2025 - 05:51 WIB

A Lesson From the Henrietta Lacks Story: Science Needs Your Cells

Berita Terbaru