TERNATE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate, Maluku Utara, menggelar rapat bersama Camat dan Lurah se-Kecamatan Ternate Tengah di Kantor Camat, Selasa (13/01/2026)
Rapat tersebut membahas persoalan pendataan bantuan sosial (bansos) yang selama ini menjadi perhatian masyarakat. Salah satunya adalah, akurasi dan pembaruan data penerima bantuan, khususnya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Dalam pertemuan itu terungkap adanya sejumlah kendala di lapangan, terutama miskomunikasi antara pihak kelurahan dan Dinas Sosial dalam proses pendataan masyarakat.
Pertemuan yang juga dirangkaikan dengan kegiatan reses DPRD itu, pihak Dinas Sosial menjelaskan program bantuan sosial telah tersedia dan data penerima pada dasarnya sudah ada. Hanya saja, kurangnya koordinasi dengan pihak kelurahan menyebabkan proses pendataan dan pemutakhiran data belum berjalan optimal.
Anggota Komisi I DPRD Kota Ternate, Fuad Alhadi bersama Nurlaela Syarif (Komisi III DPRD) menyampaikan, DPRD akan turun langsung ke kelurahan untuk melakukan pengecekan kinerja operator kelurahan, khususnya yang menangani pendataan bansos berbasis sistem online.
Fuad Alhadi menegaskan, apabila dalam evaluasi tersebut ditemukan operator kelurahan yang belum memahami tugas dan sistem kerja, DPRD akan merekomendasikan kepada pemerintah daerah agar menyelenggarakan pelatihan atau bimbingan teknis (bimtek) bagi operator kelurahan.
Pelatihan tersebut akan difokuskan pada pendataan dan pendaftaran masyarakat, sehingga warga dapat masuk dalam basis data dan menerima bantuan sosial sesuai ketentuan.
Mengingat seluruh proses pendataan dilakukan secara online, peningkatan kapasitas operator dinilai sangat penting.
Sementara, Nurlaela Syarif menambahkan, DPRD juga berkomitmen melakukan mediasi, perbaikan, dan pembenahan data bansos di tingkat kelurahan agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
“Kami berharap, melalui rapat dan kegiatan reses ini, Kecamatan Ternate Tengah menjadi contoh bagi kecamatan lain di Kota Ternate dalam hal pendataan dan penyaluran bantuan sosial yang transparan dan akurat,”harapnya. (dm/red)















