HALBAR – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Pemkab Halmahera Barat, Maluku Utara, komitmen melaksanakan kegiatan “Mobil Inflasi Pasar Murah” di tujuh kecamatan dalam wilayah Kabupaten Halmahera Barat.
Kegiatan yang digagas Kadisperindagkop UKM, Zefanya Murary itu dilakukan melalui gelaran pasar murah kepada masyarakat, yang sebelumnya sudah dilaksanakan di Desa Bobo dan Bobo Jiko Kecamatan Jailolo.
Hari kedua pelaksanaannya dipusatkan di Desa Payo Kecamatan Jailolo dan Desa Taba Cempaka Kecamatan Sahu Timur, Sabtu (10/10/2026)
Komoditas yang dijual dalam kegiatan ini terdiri dari
– Beras medium merek JVA 10 kilogram Rp 170.000 per sak
– Beras medium merek JVA 5 kilogram Rp 85.000 per sak
– Gula pasir curah kemasan 1 kilogram Rp 20.000
– Minyak goreng merek MinyaKita kemasan 1 liter dan 2 liter Rp 20.000 dan Rp 225.000 per dus
– Telur ayam Rp 2.000 per butir Rp 60.000 per rak, dan Rp 360.000 per ikat
– Garam dapur beryodium merek 2 anak pintar Rp 2.500 per bungkus
– Air mineral galon 19 liter merek Vpol Rp 55.000 per galon.
Warga antusias menyambut kegiatan ini, dan berharap pemerintah daerah konsisten melaksanakan kegiatan “MOBIL INFLASI PASAR MURAH secara berkala dan berkelanjutan.
” Program yang kami gagas untuk masyarakat ini tanpa menggunakan APBD, melainkan model kemitraan, kerjasama dan sinergi dengan para Consignee, Agen dan Distributor yang difokuskan pada komoditas sembako dan barito,” ujar Kadisperindag, Zefanya Murary
Nama program dan kegiatan pasar murah ini adalah, MOBIL INFLASI (khusus Kecamatan Jailolo, Jailolo Selatan, Sahu, Sahu Timur, Ibu Selatan, Ibu dan Ibu Utara). Sementara “PERAHU INFLASI” (khusus Kecamatan Loloda dan Loloda Tengah)
Sesuai nama program dan kegiatan ini, maka metode pelaksanaan pasar murah dilakukan dengan fasilitas yang berbeda sesuai kondisi geografis wilayah.
Pertama: “Mobil Inflasi” menggunakan mobil sebagai fasilitas angkutan dan distribusi. Mobil Inflasi akan menyasar tujuh kecamatan yang sudah terkoneksi jalan darat antar desa. Yakni, Jailolo, Jailolo Selatan, Sahu, Sahu Timur, Ibu Selatan, Ibu dan Ibu Utara. Kecuali Dusun Gulao Desa Tauro Kecamatan Jailolo dan Desa Goro-Goro Kecamatan Sahu.
Kedua: “Perahu Inflasi” menggunakan perahu sebagai fasilitas angkutan dan distribusi. Perahu Inflasi akan menyasar dua kecamatan yang belum terkoneksi jalan darat antar desa. Yakni Kecamatan Loloda dan Loloda Tengah. Kecuali Desa Soasio, Kedi, Tasye dan Linggua.
Mobil Inflasi dan Perahu Inflasi, merupakan program inovasi yang kedepan akan dilaunching dan ditetapkan menjadi peraturan kepala daerah (Perkada)
Tahapan yang sudah jalan saat ini adalah, pembentukan tim inovasi, penyusunan tahapan, waktu dan sasaran pelaksanaan, pelaksanaan kegiatan, monev dan survei kepuasan publik, penyusunan laporan. Selanjutnya, launching oleh bupati dan penetapan perkada. (red)



















