Mengenal Teknologi Reverse Osmosis, Solusi Pengolahan Air Bersih di Desa Kawasi

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026 - 14:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Halmahera Selatan Meninjau Fasilitas Air Bersih Desa Kawasi

Bupati Halmahera Selatan Meninjau Fasilitas Air Bersih Desa Kawasi

HALSEL – Harita Nickel membangun fasilitas pengolahan air bersih menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO) yang diresmikan Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, Rabu (28/10/2026).

Fasilitas ini dibangun untuk memperkuat layanan air bersih bagi masyarakat Desa Kawasi Pulau Obi, Halmahera Selatan, terutama dalam menghadapi tantangan penyediaan air dengan kualitas yang memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Lantas, apa itu teknologi Reverse Osmosis dan bagaimana cara kerjanya hingga mampu menghasilkan air bersih?

Reverse Osmosis merupakan teknologi pemurnian air yang menggunakan membran semipermeabel untuk memisahkan molekul air dari berbagai zat terlarut dan kontaminan. Prosesnya dilakukan dengan memberikan tekanan pada air baku agar melewati membran, sementara sebagian besar garam terlarut, mineral, logam, dan zat pengotor lainnya tertahan.

Teknologi ini banyak digunakan untuk mengolah air dengan kandungan zat terlarut tinggi, termasuk air payau dan air laut. Berbeda dengan penyaringan konvensional yang umumnya memisahkan partikel seperti pasir, lumpur, dan sedimen. Membran RO mampu memisahkan berbagai zat yang terlarut dalam air.

Fasilitas yang dibangun melalui kolaborasi Harita Nickel dan Pemerintah Desa Kawasi ini melengkapi Water Treatment Plant (WTP) yang sebelumnya telah beroperasi dan menyalurkan air kepada masyarakat.

Saat peresmian, Bupati Bassam Kasuba meninjau langsung instalasi pengolahan air yang dilengkapi sistem filtrasi otomatis, teknologi RO, ultraviolet (UV), dan ozon. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan air baku sekitar 40 meter kubik per hari.

Baca Juga :  Bantuan Haji Robert Disambut Haru Warga Gosoma Tobelo

Setiap teknologi memiliki fungsi berbeda dalam proses pengolahan. Filtrasi bertugas menyaring partikel dan kotoran sebelum air memasuki tahap pemurnian.

Membran RO kemudian memisahkan air dari berbagai zat terlarut, sedangkan UV dan ozon digunakan untuk membantu mengendalikan mikroorganisme.

Bupati Bassam Kasuba mengapresiasi pembangunan fasilitas tersebut. Menurutnya, akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah maupun pihak-pihak yang memiliki kapasitas mendukung penyediaannya.

Ia berharap keberadaan teknologi pengolahan air seperti RO dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperluas akses air bersih, terutama di wilayah yang menghadapi tantangan ketersediaan sumber air berkualitas.

“Air bersih adalah aspek penting dalam kehidupan dasar masyarakat. Kami menyampaikan apresiasi atas hadirnya teknologi pengolahan air bersih, termasuk pengelolaan air bakunya. Semoga teknologi ini dapat diterapkan di wilayah lain di Halmahera Selatan,” ujar Bassam.

Menurutnya, pembangunan di daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan infrastruktur dan aktivitas ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan layanan dasar yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

Karena itu, pemenuhan kebutuhan air bersih perlu menjadi bagian dari perhatian dalam pembangunan wilayah serta memperkuat Layanan Air Bersih bagi Masyarakat

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Halmahera Selatan, Soleman Bobote, menjelaskan, teknologi RO dan membran dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas air baku.

Baca Juga :  Pemkab Halbar Kembali Usul Enam Tower Tambahan ke PT Telkomsel

Penerapannya menjadi salah satu alternatif dalam mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat Kawasi.

“Sistem pengolahan air di PDAM Halmahera Selatan juga menggunakan teknologi RO dan membran. Penerapan teknologi tersebut di Kawasi menjadi salah satu upaya untuk memperkuat layanan air bersih bagi masyarakat di sekitar kawasan industri,” ungkap Soleman.

Dari perspektif pengelolaan layanan publik, keberadaan fasilitas pengolahan air tersebut perlu diikuti dengan pengoperasian, pemeliharaan, serta pengawasan kualitas air secara berkala. Langkah ini penting agar kapasitas pengolahan yang tersedia dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Kehadiran fasilitas RO diharapkan memperkuat sistem penyediaan air bersih yang telah berjalan di Desa Kawasi. Dengan pengelolaan yang konsisten, fasilitas ini berpotensi mendukung pemenuhan kebutuhan air rumah tangga sekaligus meningkatkan kualitas layanan dasar masyarakat.

Harapan serupa disampaikan warga Desa Kawasi, Ahmad Sabar. Menurutnya, penyediaan fasilitas pengolahan air perlu dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses air bersih yang layak.

“Yang paling penting bagi masyarakat tentu bagaimana menikmati air bersih dan tetap tersedia serta kualitasnya terjaga. Pembangunan fasilitas Reverse Osmosis ini menjadi langkah untuk mendukung kebutuhan warga sekarang dan ke depannya,” ujar Ahmad.

Ia juga berharap keberlanjutan manfaat fasilitas air bersih tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pemeliharaan dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga sumber air. (red)

Berita Terkait

Tindaklanjuti Instruksi Bupati, BPBD Halbar Gencar Bagikan Masker
Kerjasama BPBD, TNI/Polri dan Damkar, Karhutla Empat Kecamatan Mampu Diatasi
Asap Karhutla Ancam Kesehatan Warga, BPBD Imbau Selalu Waspada
Atasi Gangguan Pernapasan Asap Karhutla, BPBD Halbar Bagikan 5.000 Masker
Fokus Penanganan Karhutla, BPBD Halbar Bangun Pos Utama di Ibu Selatan
Gagas Program Mobil Inflasi, Disperindagkop UKM Halbar Sasar Tujuh Kecamatan Gelar Pasar Murah
Gagas Program Mobil Inflasi, Disperindag Halbar Sasar Tujuh Kecamatan Gelar Pasar Murah
BPBD Halbar Fokus Tangani Karhutla di Wilayah Kecamatan Ibu
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 14:28 WIB

Mengenal Teknologi Reverse Osmosis, Solusi Pengolahan Air Bersih di Desa Kawasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Tindaklanjuti Instruksi Bupati, BPBD Halbar Gencar Bagikan Masker

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Kerjasama BPBD, TNI/Polri dan Damkar, Karhutla Empat Kecamatan Mampu Diatasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Asap Karhutla Ancam Kesehatan Warga, BPBD Imbau Selalu Waspada

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Atasi Gangguan Pernapasan Asap Karhutla, BPBD Halbar Bagikan 5.000 Masker

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp