HALBAR – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Barat, Maluku Utara, melaksanakan kegiatan pembinaan kelembagaan dan manajemen sekolah, serta sosialisasi dan advokasi kebijakan di bidang pendidikan.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) di SMP Negeri 2 Halmahera Barat, Rabu (15/04/2026).
Sosialisasi yang berlangsung selama tiga hari itu, sebelumnya juga dilaksanakan di SD Inpres 2 Halbar dengan tema “Minat Bakat dan Kreativitas SD” yang dilaksanakan 13 April 2026, serta kegiatan pembinaan kelembagaan dan manajeman sekolah dengan tema “Pendampingan Satuan Pendidikan untuk Pencegahan Perundungan Kekerasan dan Intoleransi Sekolah” di SMP Negeri 2 Halbar pada 14 April 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Barat, Rosberi Uang, kepada wartawan usai kegiatan menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola sekolah yang efektif, transparan, dan akuntabel, sekaligus meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan pendidikan terhadap kebijakan terbaru di sektor pendidikan.
“Sosialisasi SPMB diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat mengenai mekanisme penerimaan peserta didik baru yang adil, objektif, dan transparan,”ungkapnya.
Sementara terkait G7KAIH yang dilaksanakan itu, sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter peserta didik. Gerakan ini menekankan pentingnya pembiasaan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari anak, seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kerja keras, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
“Melalui pembinaan dan sosialisasi ini diharapkan kualitas manajemen sekolah semakin meningkat, implementasi kebijakan pendidikan berjalan optimal, serta terbentuk generasi muda yang berkarakter unggul di Halbar,”tandasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah melalui program Halmahera Barat Cerdas, berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program strategis di bidang pendidikan guna menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
“Saya juga berharap usai kegiatan ini para kepala sekolah SD dan SMP bisa kembali mengimplementasikan dalam rangka persiapan penerimaan siswa baru. Hasil dari kegiatan ini mereka bisa paham dan melaksanakannya agar tidak terjadi polemik saat SPMB,”pungkasnya.
Peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah, para kepala sekolah, guru serta para pemangku pendidikan. (red)


















