PATANI – Aksi pembunuhan yang dilakukan Orang tak Dikenal (OTK) di hutan Patani, Halmahera Tengah, Maluku Utara, kembali terjadi, Kamis (02/04/2026).
Kali ini yang menjadi korban adalah, Ali Abas (65), warga Desa Bobane Jaya Kecamatan Patani Barat, yang dibunuh secara mengenaskan di hutan desa setempat.
Informasi yang dihimpun, korban pada Kamis (02/04/2026) sekira pukul 10.00 WIT, ke kebun tepatnya di Remdi Woyolollo untuk mengecek pohon pala miliknya. Tetapi hingga pukul 18.50 WIT jelang Magrib, korban belum juga kembali ke rumah.
Tak kembalinya korban ini membuat keluarga cemas, dan langsung menyusurinya ke kebun. Dalam perjalanan menuju kebun, ditemukan sejumlah kejanggalan. Yakni ranjau dari bambu yang diruncing yang diduga milik OTK dipasang di jalan menuju kebun korban.
Karena kondisinya yang sudah gelap, keluarga korban memilih kembali ke kampung untuk memberitahukan kejadian ini kepada masyarakat.
Keluarga korban akhirnya bersama masyarakat kembali masuk ke kebun untuk mencari korban. Alhasil, korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di sebuah jurang dekat kebunnya.
Sekujur tubuhnya bersimbah darah akibat luka sabetan parang secara brutal yang dilakukan OTK. Sekira pukul 22.30 WIT, korban langsung dievakuasi ke kampung dan dibawa ke Puskesmas Banemo untuk di Autopsi.
“Korban diduga dibunuh OTK, karena di sekujur tubuhnya terdapat sejumlah luka sabetan parang,”ungkap warga.
Dari kejadian ini, Kepolisian Resort (Polres) Halmahera Tengah didesak segera mengusut agar para pelaku secepatnya ditangkap. Apalagi, kejadian teror dan ancaman, bahkan mengarah ke pembunuhan oleh OTK kepada warga di hutan Patani ini sudah terjadi berulangkali, tetapi kepolisian belum juga mengungkap pelakunya.
“Kami minta segera diusut dan mengungkap pelakunya dalam waktu 1 x 24 jam. Jangan lagi didiamkan yang ujung-ujungnya masyarakat kembali menjadi korban,”tegas warga.
Pembunuhan yang dilakukan secara brutal ini menyita perhatian warga Desa Banemo, Bobane Jaya dan Bobane Indah, Kecamatan Patani Barat. Olehnya itu, Polres Halteng didesak segera mengungkap. Kami tidak terima orangtua kami dibunuh secara brutal seperti ini. (red)


















