TERNATE – Perkumpulan Keluarga Besar Fagogoru (PKBF) Kota Ternate, Maluku Utara, Periode 2026-2031, dilantik dan dikukuhkan Dewan Pembina Keluarga Fagogoru, Prof Dr Husen Alting, di Hotel Jati Kota Ternate, Sabtu (09/05/2026)
Pelantikan yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja ke-1 PKBF ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, Bupati Halmahera Timur, H Ubaid Yakub, dan Ketua Forum Pembauran Kota Ternate, Prof Jumail Situmorang
Bupati Ubaid yang juga sesepuh Fagogoru dalam sambutannya menyampaikan, Fagogoru dalam falsafahnya adalah sebuah sistem nilai dan pandangan hidup masyarakat Weda, Patani, dan Maba yang bermakna “Saling menyayangi dengan tulus”.
Fagogoru adalah warisan leluhur yang menuntun perilaku manusia untuk hidup rukun dan saling menjaga. “Dari kebersamaan inilah, selaku anak Fagogoru, saya terpanggil untuk hadir dalam pengukuhan hari ini,”ungkap Ubaid dalam sambutannya
Tak hanya itu, dalam forum ini Ubaid meminta para sesepuh Fagogoru agar selalu memberikan masukan dan pemikiran yang membangun untuk membantu mengurai sejumlah problem pembangunan di Halmahera Timur
“Ini yang kami dambakan selaku anak Fagogoru. Semoga semangat Keluarga Besar Fagogoru Kota Ternate ini bisa terus terjaga untuk menghidupkan budaya Fagogoru di Kota Ternate,” harapnya
Hal yang sama juga disampaikan Dewan Pembina Keluarga Fagogoru Kota Ternate, Prof Dr Husen Alting. Menurutnya, Fagogoru adalah perekat tentang nilai kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Maba, Patani dan Weda.
Dengan jiwa kebersamaan inilah, kita dituntut untuk saling menghidupkan, khususnya di bidang pendidikan. Halmahera Tengah dan Halmahera Timur memiliki sumber daya alam yang luar biasa yang harus dimanfaatkan untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM)
“Ini yang harus didorong agar generasi Fagogoru juga bisa unggul dari sisi SDM,” ujarnya
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, dalam sambutannya mengatakan, Fagogoru bukan sekadar istilah, tetapi sebagai sebuah falsafah hidup yang lahir dari kearifan lokal masyarakat Gamrange (Maba, Patani, Weda).
Fagogoru mengandung makna yang mendalam, yakni ajakan untuk saling membantu, saling menyayangi dan menolong satu sama lain
Lebih dari itu, Fagogoru mengajarkan kita tentang persaudaraan, budi bahasa yang baik serta sopan dan hormat dalam kehidupan bermasyarakat.
“Nilai-nilai ini sangat relevan dengan tuntutan di tengah tantangan sosial yang kita hadapi hari ini. Dimana persatuan dan toleransi menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan dan stabilitas
Karena itu, tema yang diangkat, yakni Membangun Kemandirian Mewujudkan Kesejahteraan Bersama ini memiliki makna penting dan selaras dengan semangat Fagogoru itu sendiri
“Saya percaya Keluarga Besar Fagogoru Kota Ternate ini memiliki potensi besar untuk menjadi wadah pemersatu, wadah gotong royong, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan sosial, budaya maupun ekonomi di Kota Ternate,” ungkapnya
Semoga seluruh program yang dirumuskan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, memperkuat pemberdayaan keluarga, membuka peluang usaha dan ekonomi kreatif serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Sementara Ketua Umum PKBF Kota Ternate, Arman Anwar menyampaikan, Kota Ternate adalah episentrum Maluku Utara. Karena itu, setelah kepengurusan ini dilantik, ia berkeinginan besar berkunjung dan menemui dua pemerintahan, yakni Halmahera Tengah dan Halmahera Timur untuk menyampaikan agar dua kabupaten ini harus membangun Rumah Singgah Fagogoru di Kota Ternate.
Tujuannya untuk menampung keluarga Fagogoru dari Patani, Maba, Weda, Gebe, Wasile dan Gane yang setiap saat berurusan di Kota Ternate.”Ini harapan kami. Insya Allah kami akan selalu berkomunikasi dengan semua pihak untuk menghidupkan Fagogoru di Kota Ternate,”harap Arman yang juga Kepala BPN Kota Ternate ini. (red)















