HALBAR – Perselisihan antarwarga Desa Domato dan Sidangoli Dehe, Kecamatan Jailolo Selatan, Halmahera Barat, berakhir melalui Deklarasi Damai yang berlangsung di halaman Mako Brimob Desa Domato, Rabu (23/09/2026)
Penyelesaian konflik yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat bersama unsur Forkopimda itu
menjadi momentum bagi masyarakat kedua desa untuk mengakhiri perselisihan, membangun kembali hubungan sosial yang sempat terganggu
” Deklarasi Damai merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya bersama warga kedua desa yang melibatkan tokoh masyarakat, pemerintah desa, tokoh agama dan tokoh pemuda,” tegas Bupati, James Uang, dalam sambutannya
Karena itu, bupati meminta masyarakat dua desa mengakhiri perselisihan ini setelah adanya kesepakatan damai. Ini penting dilakukan, mengingat konflik tersebut memberikan citra negatif terhadap Kabupaten Halmahera Barat.
” Dari pertemuan sebelumnya, masyarakat kedua desa memiliki kerinduan untuk berdamai dan kembali hidup berdampingan,” ungkapnya
Terkait kerusakan materil dan korban yang ditimbulkan dari konflik ini, masih akan dipilah. Pemerintah daerah berupaya menginventarisir dan memvalidasi tingkatan kerusakannya untuk diatasi
” Setelah diinventarisir, semuanya akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, seperti yang dilakukan di Desa Bataka dan Tuguis Kecamatan Tabaru beberapa waktu lalu,” jelasnya
Sementara Dandim 1501/Ternate, Letkol Inf Jani Setiadi, menegaskan deklarasi damai yang dilaksanakan ini menjadi momentum bagi warga dua desa untuk mengakhiri segala bentuk perselisihan.
Semua tuntutan dan harapan bisa terlaksana, jika ada kedamaian.” Saya minta komitmen masyarakat, setelah penandatanganan deklarasi damai ini, maka segala macam tindakan anarkis yang ditimbulkan adalah murni tindakan kriminal yang harus dipertanggung jawabkan,” tegasnya
Senada juga disampaikan Plt Kapolres Halbar, AKBP Muhammad Musni. Menurutnya, deklarasi damai yang dilaksanakan ini adalah wujud dari komitmen warga kedua desa untuk mengakhiri perselisihannya
” Pernyataan deklarasi damai yang ditandatangani itu bukan simbolis semata, melainkan sudah menjadi komitmen warga agar perselisihan ini diakhiri. Karena untuk menciptakan kedamaian, selain tugas TNI Polri, juga membutuhkan peran besar masyarakat,” tegasnya
Deklarasi Damai ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Halmahera Barat, Anggota DPRD Halbar, Sekretaris Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala desa dan masyarakat dua desa. (red)

















