JAILOLO — Pengelola Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD) Desa Tuada, Kecamatan Jailolo, Halmahera Barat, sukses menggelar pelatihan pengolahan udang vaname, Minggu (11/01/2026).
Inovasi yang dibuat adalah stik udang vaname dengan dua varian rasa.Yakni sambalado dan original. Praktik yang dilaksanakan di Kantor BUMDes Jiko Banau ini didampingi salah satu pelaku UMKM Halmahera Barat Ida Rohani, Koordinator Kabupaten TEKAD Amin Raden serta Fasilitator Kecamatan Maslan Adam, Syafrudin Mandar dan Farjihan AM Ngofangare.
Ketua Pengelola RITD Desa Tuada, Faisal Sidik mengungkapkan, hasil dari praktik pembuatan produk stik udang vaname ini masih jauh dari sempurna. Namun, kata Faisal ini merupakan langkah awal bagi teman-teman kelompok stik udang vaname agar terus berproses
“Saya kira kalau hanya soal rasa tentu teman-teman kelompok lebih tahu dan lincah. Jadi teman-teman kelompok terus berproses agar lebih produktif. Ini mungkin baru dua varian yang berhasil dibuat. Kedepan mungkin bisa kembangkan jadi naget udang dan sambal udang,”terangnya.
Direktur BUMDes Jiko Banau ini mendorong kelompok tetap semangat dan komitmen bahwa produk stik udang vaname Halmahera ini bakal menjadi salah satu produk unggulan selain Makron Halmahera dan udang segar. Sebab, menurut dia bahan baku atau udang vaname ini sangat melimpah di Desa Tuada.
“Mesin pengolahan sudah tersedia, udang sudah ada. Dan kami sementara mengurus izin-izinnya,”tambah Faisal
Sementara Koordinator Kabupaten TEKAD Halmahera Barat, Amin Raden mengapresiasi kegiatan pelatihan pengelolaan udang vaname tersebut.
Menurutnya, stik udang vaname ini sangat gurih dan enak. Karena itu, diharapkan kepada pengelola RITD Desa Tuada agar ke depan bisa produksi sesuai perencanaan yang dilakukan.
“Jadi pak Direktur (Faisal) terus dampingi kelompok stik udang vaname ini. Harapannya produk ini sekurang kurangnya tembus di pasar domestik,” singkatnya. (met/JM)















