Hak Pemdes Regulasinya Jelas, Rustam: Kenapa Pemda Selalu Menunda Pembayaran

- Jurnalis

Selasa, 23 Desember 2025 - 14:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua I DPRD Halmahera Barat, Rustam Fabanyo

Wakil Ketua I DPRD Halmahera Barat, Rustam Fabanyo

HALBAR – Wakil Ketua I DPRD Halmahera Barat Maluku Utara, Rustam Fabanyo meminta pemerintah daerah memahami dan menindaklanjuti hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD bersama Pengurus Apdesi beberapa waktu lalu.

Rapat tersebut kaitannya dengan tuntutan hak pemerintah desa yang belum dibayarkan pemerintah daerah.”Saya ingin tegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa menyepelekan gaji/hak pemdes. Apalagi menganggap hak pemdes adalah sesuatu yang kebetulan dan biasa saja dalam beranggaran,”tegas Rustam kepada media ini, Senin (26/05/2025)

Pemerintah daerah harus memahami bahwa hak pemdes itu jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa pasal 26 ayat 3 huruf c dan diatur dalam Permendagri 20 tahun 2018 tentang pengelolaan dana desa, pasal 20 ayat 3.

“Karena rujukan regulasinya jelas, maka pemerintah daerah tidak bisa menyamakan gaji/hak pemdes sama seperti tunjangan lain. Hak mereka itu posisinya sama seperti gaji ASN, bupati, wakil bupati maupun anggota DPRD yang aturannya jelas dan wajib dibayar setiap bulan,”tegas pria yang juga mantan Ketua DPC Apdesi Halbar ini

Pertanyaannya kata Rustam, kenapa mereka para ASN, bupati, wakil bupati dan anggota DPRD hak mereka dibayar setiap bulan, tetapi hak pemdes tertunggak,,?

Baca Juga :  Industri Nikel Obi di Era ESG: Antara Risiko, Tata Kelola dan Perbaikan

“Memang pemdes secara administrasi pengesahan APBDes agak lalai dan bisa dikatakan terlambat. Bahkan sebagian sampai Maret dan April APBDes belum juga disahkan. Masalah seperti ini berlaku hampir sebagian besar pemdes se- Indonesia,” jelasnya

Masalah ini tidak harus dijadikan alasan gaji mereka tidak dibayar alias ditunggak sampai 3 bulan (Maret, April, Mei) 2025. Sementara dari sisi lain pemda lalai dalam pemberian pagu definitif Alokasi Dana Desa (ADD) kepada pemdes.

“Lalu bagaimana bisa pemdes melakukan penetapan APBDes kalau sumber pagu Alokasi Dana Desa (ADD) dari pemda diberikan pertengahan Januari sampai awal Februari. Belum lagi regulasi lain terkait teknis pengaturan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang diatur dalam Peraturan Bupati,”ungkapnya

Padahal, harus disadari bahwa melalui pemdes, pemerintah pusat menyalurkan Dana Desa (DD) setiap tahun anggaran yang nilainya hampir Rp 130 miliar.

Dari anggaran tersebut bisa meringankan beban pemda dalam pembangunan berskala desa, pemberdayaan bersklala desa dan pembinaan lain yang berskala desa. Ketimbang kegiatan serimonial lain yang belum tentu mempunyai jaminan pendapatan sama seperti pemdes melalui dana desa.

Baca Juga :  RDP Komisi I DPRD Disepakati Tiga Poin Penyelesaian Polemik Desa Tosoa

Anehnya, saat ini pemerintah daerah lebih serius membahas kegiatan lain seperti Festival Teluk Jailolo (FTJ) ketimbang gaji/hak pemdes. Sementara kegiatan FTJ itu mau tidak mau, pemerintah desa akan diminta untuk berpartisipasi dan ikut meramaikan.

Satu sisi dalam RDP itu kata Rustam, DPRD mewarning pemerintah daerah agar segera merealisasikan hak-hak pemdes yang tertunggak. Jika tidak, maka secara tidak langsung kita telah membuka ruang penyalahgunaan keuangan

“Bagaimana pemdes mau bekerja kalau mereka tidak digaji. Sedangkan mereka juga dililit kebutuhan yang sama seperti ASN, bupati, wakil bupati dan anggota DPRD. Yakni kebutuhan rumah tangga, belum lagi beban lain seperti biaya listrik, anak sekolah dan banyak hal dari kebutuhan mereka,”ujarnya

Harapan pemdes, sekiranya gaji/haknya segera dibayar, sebelum mereka mengambil kebijakan lain yang berpotensi menyalahi aturan pengelolaan keuangan, sehingga mereka harus menanggung risiko dipenjarakan dan dipecat.”Ini juga Naif, sehingga pemda dan DPRD wajib menyikapi secara serius,”pungkas politisi Partai NasDem ini. (met/JM)

Berita Terkait

Tunggu Izin Eksplorasi Dinas ESDM Malut, Potensi Tanah Putih Domato Siap Digarap
APBD-P 2026 Ditetapkan Rp856 Miliar Lebih, Bupati Arahkan Kebijakan Perkuat Pelayanan Dasar
Pastikan Lokus Pembangunan KNMP tak Bermasalah, Bupati James dan Tim KKP Turun Lapangan
Sinergi Bapenda Malut–Geodipa Energy: Pajak Daerah Lebih Akurat, PAD Makin Optimal
November, Penataan Kawasan Festival Teluk Jailolo Ditenderkan
Pemkab Halbar Hibahkan Dua Aset Pelabuhan ke KUPP Jailolo
Tindak Lanjut Program Pusat, Bupati James Serahkan Bantuan Bibit Jagung kepada Kelompok Tani
Pemkab Halbar Rancang Kawasan Ekonomi Terintegrasi “Jailolo Front”, Survei dan Sikronisasi Mulai Dilakukan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 12:56 WIB

Tunggu Izin Eksplorasi Dinas ESDM Malut, Potensi Tanah Putih Domato Siap Digarap

Jumat, 25 September 2026 - 18:56 WIB

APBD-P 2026 Ditetapkan Rp856 Miliar Lebih, Bupati Arahkan Kebijakan Perkuat Pelayanan Dasar

Kamis, 24 September 2026 - 22:30 WIB

Pastikan Lokus Pembangunan KNMP tak Bermasalah, Bupati James dan Tim KKP Turun Lapangan

Rabu, 16 September 2026 - 16:06 WIB

November, Penataan Kawasan Festival Teluk Jailolo Ditenderkan

Rabu, 16 September 2026 - 15:05 WIB

Pemkab Halbar Hibahkan Dua Aset Pelabuhan ke KUPP Jailolo

Berita Terbaru