Tandatangani Pernyataan Deklarasi Damai, Konflik Bataka-Tuguis Berakhir

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penandatanganan Pernyataan Deklarasi Damai Konflik Bataka-Tuguis

Penandatanganan Pernyataan Deklarasi Damai Konflik Bataka-Tuguis

HALBAR – Konflik antarwarga Desa Bataka Ibu Selatan dan Tuguis Kecamatan Tabaru, berakhir. Penyelesaian konflik ini dilakukan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat dalam kegiatan Deklarasi Damai yang berlangsung di Mapolsek Ibu Desa Tongute Ternate, Selasa (11/08/2026)

Deklarasi Damai ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Halmahera Barat, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala desa, masyarakat dari tiga desa, serta jajaran TNI-Polri.

Kegiatan ini menjadi momentum bagi masyarakat Desa Bataka, Tuguis dan Soa Sangaji untuk mengakhiri perselisihan serta membangun kembali hubungan sosial yang sempat terganggu akibat bentrokan antarwarga.

Bupati Halmahera Barat, James Uang, mengatakan Deklarasi Damai merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang sebelumnya dilakukan di Kantor Bupati Halmahera Barat dengan melibatkan tokoh masyarakat, pemerintah desa, tokoh agama dan tokoh pemuda.

“Pertemuan hari ini adalah tindak lanjut pertemuan yang sudah dilaksanakan di Kantor Bupati beberapa waktu lalu. Tuntutan yang disampaikan pada prinsipnya pemerintah daerah telah menyetujui dan tidak ada masalah, tetapi harus diverifikasi sebelum melakukan pembayaran ganti rugi,” kata James

Baca Juga :  Kunjungi Halbar, Wapres Minta Bupati Usulkan Pembangunan Terminal dan Infrastruktur Jalan

Menurutnya, Pemkab Halmahera Barat siap memberikan santunan dan mengganti kerugian masyarakat yang menjadi korban dalam konflik tersebut. Namun, pembayaran dilakukan setelah proses verifikasi dan penilaian terhadap tingkat kerugian masing-masing korban.

Seluruh kerusakan yang ditimbulkan akibat konflik akan menjadi perhatian pemerintah daerah. Penggantian kerugian tersebut nantinya disalurkan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Halmahera Barat.

Karena itu, bupati meminta masyarakat Desa Bataka menghentikan aksi pemalangan jalan setelah adanya kesepakatan damai. Pemalangan jalan tidak hanya berdampak kepada pihak yang berkonflik, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

“Saya berharap persoalan ini harus selesai hari ini. Jadi warga Bataka tidak lagi memalang jalan karena bisa mengganggu aktivitas banyak orang,” ujarnya.

Selaku kepala daerah, mengajak seluruh masyarakat dari tiga desa untuk tidak lagi saling bermusuhan dan membangun kehidupan yang damai. Ia menilai konflik yang dipicu persoalan pertandingan sepak bola tidak seharusnya berkembang menjadi perselisihan antarkelompok masyarakat.

Konflik tersebut kata James, telah memberikan citra negatif terhadap Kabupaten Halmahera Barat di mata masyarakat luar daerah. Kondisi keamanan daerah, dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat untuk datang dan beraktivitas di Halmahera Barat.

Baca Juga :  Warga Batu Anteru dan BTN Usulkan Bentuk Kelurahan Baru “Mari Aru”

Ia meminta masyarakat menjadikan konflik ini sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran bersama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Semangat persatuan dan nasionalisme harus terus dibangun dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Sekali lagi saya tegaskan, jangan pernah terjadi lagi. Saya tidak menyuruh kalian berkelahi dan saya sesali perbuatan kalian, baik Bataka maupun Tuguis. Jadi selesai hari ini, tidak usah lagi palang jalan, karena kita berkepentingan Halbar aman dan damai,” tegasnya.

Selain deklarasi damai, Pemkab Halmahera Barat juga akan mendorong penguatan keamanan di wilayah tersebut. James mengatakan pemerintah daerah akan menyurati Gubernur Maluku Utara untuk diteruskan kepada Panglima TNI terkait permintaan pembangunan pos keamanan di wilayah yang dianggap rawan konflik.

Ini dilakukan karena Halmahera Barat termasuk daerah yang mendapat perhatian terkait potensi konflik berdasarkan analisis intelijen. (red)

Berita Terkait

Tunggu Izin Eksplorasi Dinas ESDM Malut, Potensi Tanah Putih Domato Siap Digarap
APBD-P 2026 Ditetapkan Rp856 Miliar Lebih, Bupati Arahkan Kebijakan Perkuat Pelayanan Dasar
Pastikan Lokus Pembangunan KNMP tak Bermasalah, Bupati James dan Tim KKP Turun Lapangan
Sinergi Bapenda Malut–Geodipa Energy: Pajak Daerah Lebih Akurat, PAD Makin Optimal
November, Penataan Kawasan Festival Teluk Jailolo Ditenderkan
Pemkab Halbar Hibahkan Dua Aset Pelabuhan ke KUPP Jailolo
Tindak Lanjut Program Pusat, Bupati James Serahkan Bantuan Bibit Jagung kepada Kelompok Tani
Pemkab Halbar Rancang Kawasan Ekonomi Terintegrasi “Jailolo Front”, Survei dan Sikronisasi Mulai Dilakukan
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 12:56 WIB

Tunggu Izin Eksplorasi Dinas ESDM Malut, Potensi Tanah Putih Domato Siap Digarap

Jumat, 25 September 2026 - 18:56 WIB

APBD-P 2026 Ditetapkan Rp856 Miliar Lebih, Bupati Arahkan Kebijakan Perkuat Pelayanan Dasar

Kamis, 24 September 2026 - 22:30 WIB

Pastikan Lokus Pembangunan KNMP tak Bermasalah, Bupati James dan Tim KKP Turun Lapangan

Rabu, 16 September 2026 - 16:06 WIB

November, Penataan Kawasan Festival Teluk Jailolo Ditenderkan

Rabu, 16 September 2026 - 15:05 WIB

Pemkab Halbar Hibahkan Dua Aset Pelabuhan ke KUPP Jailolo

Berita Terbaru