Mandi di Kali Rawabadak, Bocah 10 Tahun Diterkam Buaya

- Jurnalis

Rabu, 17 Desember 2025 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buaya Yang Diduga Menerkam Korban Saat Mandi

Buaya Yang Diduga Menerkam Korban Saat Mandi

HALSEL – Peristiwa tragis terjadi di Kali Rawabadak, Kabupaten Halmahera Selatan. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun, beralias A, dilaporkan diterkam dan dibawa lari buaya saat mandi di sungai yang berada di wilayah Desa Amazing Kota Utara dan Desa Amazing Kota Barat, Selasa (16/12/2025) sekira pukul 16.00 WIT.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban mandi bersama tiga temannya di kali tersebut. Namun, saat hendak naik ke daratan, hanya tiga orang yang berhasil naik. Sementara satu orang lainnya belum naik. Warga kemudian menyadari bahwa korban telah diterkam buaya dan dibawa ke arah aliran sungai.

Baca Juga :  Pria Asal Halmahera Utara Ditemukan Meninggal Terapung di Pantai Falajawa Ternate

Peristiwa itu sontak membuat panik warga sekitar. Sejumlah warga sempat melakukan pencarian awal di sekitar lokasi kejadian, namun korban belum ditemukan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Halmahera Selatan, Indra Fais, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp, membenarkan kejadian tersebut. Ia juga menyampaikan korban merupakan cucunya.

“Iya benar, kejadiannya di Kali Rawabadak sekira pukul 16.00 WIT. Korban mandi bersama tiga orang lainnya, namun satu orang dibawa buaya,”ungkapnya

Baca Juga :  Petugas Panti Sosial Himo Himo Komitmen Berikan Layanan Terbaik bagi Lansia

Hingga berita ini ditayang, proses pencarian masih berlangsung yang melibatkan tim SAR Gabungan. Yakni, Basarnas, TNI, Polri, BPBD Halmahera Selatan, Dinas Pemadam Kebakaran, serta dibantu masyarakat setempat. Tim melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dan area sekitar lokasi kejadian.

Olehnya itu, warga diimbau untuk tidak beraktivitas di sungai sementara waktu, mengingat kawasan tersebut merupakan habitat buaya dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Keluarga korban hingga kini masih menunggu hasil pencarian yang dilakukan tim gabungan. (dm/red)

Berita Terkait

PT Feni Halmahera Timur: Penyusunan Dokumen AMDAL Sesuai Ketentuan
Hadiri Seminar Nasional Koperasi Merah Putih, Menko Pangan Tekankan Pentingnya Sinergi Pusat dan Daerah
Dana Demplot Cair, TEKAD Halbar Pastikan Tepat Guna dan Bermanfaat
Dari Cangkul dan Palu, Ko Lao Wujudkan Mimpi Anak-Anaknya Menjadi Abdi Negara
Industri Nikel Obi di Era ESG: Antara Risiko, Tata Kelola dan Perbaikan
Industri Nikel Obi di Era ESG: Antara Risiko, Tata Kelola dan Perbaikan
Putra-Putri Pulau Obi Jadi Tuan Rumah di Industri Nikel
Sinergi Hakim dan IPASPI Kunci Utama Perayaan HUT ke-73 IKAHI di Maluku Utara
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:43 WIB

PT Feni Halmahera Timur: Penyusunan Dokumen AMDAL Sesuai Ketentuan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Hadiri Seminar Nasional Koperasi Merah Putih, Menko Pangan Tekankan Pentingnya Sinergi Pusat dan Daerah

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:18 WIB

Dana Demplot Cair, TEKAD Halbar Pastikan Tepat Guna dan Bermanfaat

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:05 WIB

Dari Cangkul dan Palu, Ko Lao Wujudkan Mimpi Anak-Anaknya Menjadi Abdi Negara

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:45 WIB

Industri Nikel Obi di Era ESG: Antara Risiko, Tata Kelola dan Perbaikan

Berita Terbaru