DPRD, Bupati dan Apdesi Cari Solusi Keterlambatan Pembayaran Siltap Pemerintah Desa

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 06:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan DPRD, Bupati dan Apdesi Soal Keterlambatan Pembayaran Siltap

Pertemuan DPRD, Bupati dan Apdesi Soal Keterlambatan Pembayaran Siltap

HALBAR – Komisi I DPRD Halmahera Barat, Maluku Utara, bersama Bupati James Uang, dan pengurus Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Halbar berembuk mencari solusi permasalahan keterlambatan pembayaran Siltap dan penyusunan APBDes oleh pemerintah desa, Selasa (07/04/2026).

Koordinator Komisi I, Rustam Fabanyo, usai rapat kepada wartawan menyampaikan, dalam pertemuan bersama Bupati James Uang dan pengurus Apdesi kabupaten itu membahas terkait keterlambatan pembayaran Siltap dan penyusunan APBDes sebagian desa yang belum rampung.

“Berdasarkan informasi yang beredar dan fakta yang terjadi bahwa khususnya pemerintah desa mengajukan APBDes, artinya bahwa kewajiban mereka dalam penganggaran atau penetapan APBDes suda selesai,”ungkapnya.

“Jadi hak mereka terkait Siltap Pemdes dan BPD itu wajib dibayarkan, dan tunggakan mereka yang belum terbayar itu 5 bulan dengan Desember 2025, dan sebelum Idul Fitri ada kurang lebih 30 desa yang sudah direalisasi,”sambungnya.

Rustam menjelaskan, dalam rapat tersebut juga dibicarakan langkah apa saja yang diambil sekarang ini, selain itu untuk membantu desa-desa belum siap APBDes agar dipercepat sehingga proses pembayaran Siltap dipercepat untuk 173 desa. Sudah ada kesepakatan akan dibayarkan dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Ketulusan Haji Robert: Saat Mimpi Pemain Muda Malut Terselamatkan di Tengah Krisis Dana

“Dalam ketentuan Permendagri 20 dan norma dalam ber – APBD, APBDes, dan APBN itu ketentuannya adalah di 31 Desember di tahun berjalan APBDes, APBD, APBN sudah harus difinalisasi soal pengesahannya”ujarnya.

Wakil Ketua I DPRD ini juga mengatakan, hal serupa bukan hanya di Halbar, tetapi mayoritas di Indonesia APBDes terhambat bahkan di Januari, Februari hingga Maret. Salah satu faktor yang paling krusial adalah yang mengatur desa itu bukan hanya 1 kementerian, ada Kementerian Desa, Keuangan, dan Kemendagri, regulasi terkait dengan urusan ADD dan DD ini, diatur oleh 3 Kementerian itu, sedangkan pemerintah desa ber-APBDes harus berdasarkan regulasi tersebut.

“Keterlambatan regulasi itu yang membuat pemerintah desa agak sedikit terlambat, aturan tertinggi Permendagri itu ketika dia turun Permendes, PMK itu harus ada tindak lanjut lewat peraturan bupati itu membuat agak sedikit repot. Tetapi Halbar kali ini masuk dalam kategori agak sedikit cepat dari kabupaten kota lain di Malut karena sudah 70 sampai 80 persen APBDes rampung,”ucapnya.

Baca Juga :  Longsor di Perbatasan Kalumpang - Maliaro, Dua Rumah Warga Ambruk

Sementara Ketua Komisi I DPRD Halbar Yoram Uang mengungkapkan, kehadiran mereka untuk membicarakan sekaligus mencari solusi tentang keterlambatan pembayaran Siltap yang memang bisa kita katakan bahwa satu dengan yang saling mengait, seperti amanat Permendagri 20 disebutkan bahwa segala macam di APBDes itu bisa dibayarkan terkecuali APBDes itu sudah diposting.

“Baru kurang lebih 93 desa yang sudah diposting. Sekarang sudah masuk April, karena itu desa yang sudah rampung bisa membantu yang belum sehingga keterlambatan itu bisa diatasi. Untuk pembayaran tentu disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Karena ini terjadi di seluruh kabupaten kota di Indonesia bukan hanya di Halmahera Barat,”tandasnya. (red)

Berita Terkait

Komisi I DPRD Halbar Sambut Baik Wacana PPPK Penuh Waktu Diangkat jadi PNS
Produksi Beras Taboso Tembus 4,5 Ton, Fasilitator Dorong Hilirisasi dan Panen Bertahap
Ajakan Raffi Wadja Berkelahi dengan Arianto Bobangu, Munculkan Ketersinggungan Masyarakat Tabaru
Akademisi UMMU Tanggapi Sikap IDI Malut, Nofrizal: Persoalan Itu Harus Dibaca Proporsional
DPRD Halbar Rekomendasikan Copot Direktur RSUD, Minta BPK Audit Pengelolaan BLUD
Pelabuhan Jailolo Bakal Miliki Terminal Penumpang Representatif, Rosihan: Dirancang Jadi yang Terbaik di Malut
Panen Perdana Cabai Keriting, Ketua TP-PKK Halbar: Program TEKAD Dorong Peningkatan Ekonomi Keluarga
Pembangunan Infrastruktur di Halbar Butuh Intervensi Pusat, Bupati James Minta Perhatian Serius DPR RI
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:38 WIB

Komisi I DPRD Halbar Sambut Baik Wacana PPPK Penuh Waktu Diangkat jadi PNS

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:08 WIB

Produksi Beras Taboso Tembus 4,5 Ton, Fasilitator Dorong Hilirisasi dan Panen Bertahap

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:38 WIB

Ajakan Raffi Wadja Berkelahi dengan Arianto Bobangu, Munculkan Ketersinggungan Masyarakat Tabaru

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:37 WIB

Akademisi UMMU Tanggapi Sikap IDI Malut, Nofrizal: Persoalan Itu Harus Dibaca Proporsional

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:31 WIB

DPRD Halbar Rekomendasikan Copot Direktur RSUD, Minta BPK Audit Pengelolaan BLUD

Berita Terbaru

Korban Yang Ditemukan Meninggal Dunia Dalam Kamar Kost

Hukum & Kriminal

Polres Ternate Tangani Penemuan Jenazah Seorang Pria di Kelurahan Maliaro

Selasa, 2 Jun 2026 - 17:16 WIB