Perkuat Pengawasan Program MBG, Pemkab Halbar dan Satgas Gelar Rapat Evaluasi

- Jurnalis

Jumat, 6 November 2026 - 14:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Evaluasi Pelayanan Satgas MBG Halmahera Barat

Rapat Evaluasi Pelayanan Satgas MBG Halmahera Barat

HALBAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat, Maluku Utara, menggelar rapat bersama Satuan Tugas (Satgas) Makanan Bergizi Gratis (MBG) di ruang rapat Sekretaris daerah, Jumat (06/11/2026).

Rapat yang dipimpin langsung Bupati, James Uang ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Halmahera Barat.

Selain pengawasan, rapat ini juga untuk mengevaluasi sekaligus mempercepat pelayanan terhadap 19.000 calon penerima manfaat yang hingga kini belum terjangkau program tersebut.

Bupati, James Uang, usai pertemuan mengatakan, evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan sejauh mana pelaksanaan program MBG berjalan di Halbar, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.

“Kita dari pemerintah daerah hanya ingin memastikan sejauh mana program MBG ini berjalan di Halbar. Apakah ada kendala atau tidak. Karena itu, semua informasi dan laporan dari masing-masing pengelola SPPG kita cek bersama,” ujarnya

Berdasarkan laporan dalam rapat evaluasi, masih terdapat sekitar 19.000 calon penerima manfaat yang perlu mendapatkan pelayanan melalui program MBG.

” Poin penting yang saya tekankan kepada seluruh pengelola SPPG adalah menjaga kualitas makanan. Jangan sampai terjadi kasus keracunan. Program ini sudah berjalan lebih dari satu tahun di Halbar dan sejauh ini belum ada kasus keracunan. Kondisi ini harus terus kita pertahankan,” tegasnya.

Hal ini penting dilakukan, karena keberhasilan pelaksanaan MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga kualitas pelayanan dan keamanan makanan yang disalurkan kepada masyarakat.

Kualitas pelayanan ini akan terus dijaga, karena pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga menyiapkan dana apresiasi sebesar Rp1 triliun bagi pemerintah daerah yang dinilai memberikan perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan program MBG.

Baca Juga :  Dukung Operasional Tambang Emas, PGN Siap Salurkan Gas Bumi ke NHM

Dalam skema apresiasi tersebut, pemerintah daerah yang meraih juara pertama akan memperoleh Rp3 miliar, juara kedua Rp2 miliar, dan juara ketiga Rp1 miliar.

“Karena itu, pemerintah daerah harus memberikan dukungan penuh terhadap program MBG. Selain kita berupaya mendapatkan dana apresiasi, program ini juga merupakan program nasional yang menjadi perhatian presiden,” ujarnya

Bentuk pengawasannya, Pemkab Halbar bersama Satgas MBG dan Korwil BGN juga merencanakan inspeksi langsung ke sejumlah wilayah. Kunjungan tersebut dijadwalkan di Kecamatan Jailolo Selatan, Jailolo, Sahu, dan Sahu Timur dan Kecamatan Ibu.

“Tujuan sidak ini untuk memastikan seluruh pelaksanaan program MBG berjalan baik tanpa ada persoalan signifikan. Kami juga akan mengarahkan bersama para pekerja MBG agar menjalankan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab,” tegas James

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda), Julius Marau menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi, jumlah keseluruhan calon penerima manfaat MBG di Halbar mencapai sekitar 35.000 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16.000 lebih orang telah mendapatkan pelayanan, sedangkan sekitar 19.000 lainnya belum terlayani.

Karena itu, selaku Ketua Satgas MBG Halmahera Barat akan terus berupaya mendorong agar 19.000 penerima manfaat yang belum terlayani ini bisa mendapatkan pelayanan secara keseluruhan pada tahun 2027.

Salah satu langkah yang didorong adalah mempercepat operasional dapur SPPG yang pembangunan fisiknya telah mencapai 100 persen.

Selain itu, dapur yang sudah beroperasi diminta tetap menjaga kualitas pelayanan dan makanan agar tidak menimbulkan persoalan bagi penerima manfaat.

Baca Juga :  Apple opens another megastore in China amid William Barr criticism

“Kami dorong agar dapur SPPG yang bangunannya sudah selesai 100 persen segera dioperasionalkan. Dengan begitu, masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan bisa segera terjangkau,” ucapnya

Satgas MBG kata Julius, telah memberikan masukan kepada BGN agar SPPG yang sudah beroperasi dapat diberikan rekomendasi untuk memperluas jangkauan pelayanan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menambah jumlah penerima manfaat sembari menunggu dapur SPPG lainnya selesai dan mulai beroperasi.

“ Harapan kami, seluruh masyarakat yang menjadi sasaran program MBG di Halbar bisa terlayani,” ujarnya.

Sementara untuk kategori dapur aglomerasi atau mandiri, terdapat 12 SPPG. Dari jumlah tersebut, sembilan dapur telah beroperasi, sementara tiga lainnya masih berstatus suspend atau dihentikan sementara untuk diberikan ruang perbaikan.

Sedangkan untuk kategori wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), terdapat 42 titik SPPG yang direncanakan untuk mendukung pelayanan MBG.

“Dari 42 titik SPPG kategori 3T, terdapat lima dapur yang bangunannya sudah selesai 100 persen. Kami berharap teman-teman BGN segera mendorong operasional lima SPPG tersebut,” harapnya

Melalui percepatan operasional dapur, perluasan jangkauan pelayanan, serta pengawasan secara berkala, target 35.000 penerima manfaat MBG di Halbar dapat terpenuhi.

“ Semoga seluruh penerima manfaat bisa mendapatkan pelayanan MBG. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, Satgas, BGN, dan seluruh pengelola SPPG harus terus diperkuat agar program ini berjalan maksimal,” harap sekda

Hadir dalam rapat tersebut, Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN), para kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. (red/adv)

Berita Terkait

Dilema Etika AI dalam Penelitian
Program Vokasi Pelita Angkatan IV: Harita Nickel Latih 40 Pemuda Obi jadi Operator Alat Berat Bersertifikasi
Kebohongan Soal Listrik di Aceh Pulih 93 Persen Menyakitkan Korban dan Tidak Bisa Ditolerir, “Pecat Bahlil dan Darmo”
APDESI se Indonesia Tolak Pemberlakuan PMK Nomor: 81 Tahun 2025
What Moves Gravel-Size Gypsum Crystals Around the Desert?
A Lesson From the Henrietta Lacks Story: Science Needs Your Cells
No Longer a Dream: Silicon Valley Takes On the Flying Car
Spend a Dollar on Upcoming iPhone 13, and How to Save More
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:57 WIB

Perkuat Pengawasan Program MBG, Pemkab Halbar dan Satgas Gelar Rapat Evaluasi

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:44 WIB

Dilema Etika AI dalam Penelitian

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:54 WIB

Program Vokasi Pelita Angkatan IV: Harita Nickel Latih 40 Pemuda Obi jadi Operator Alat Berat Bersertifikasi

Selasa, 9 Desember 2025 - 20:06 WIB

Kebohongan Soal Listrik di Aceh Pulih 93 Persen Menyakitkan Korban dan Tidak Bisa Ditolerir, “Pecat Bahlil dan Darmo”

Minggu, 30 November 2025 - 01:11 WIB

APDESI se Indonesia Tolak Pemberlakuan PMK Nomor: 81 Tahun 2025

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp