Tiga Menteri Respons Tuntutan DPP Apdesi, Dana Desa Tahap II Menjadi Perhatian Serius

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pose DPP Apdesi Bersama Tiga Kementerian Usai Konferensi Pers

Pose DPP Apdesi Bersama Tiga Kementerian Usai Konferensi Pers

JAKARTA – Penolakan DPP Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) atas diterbitkannya PMK 81 Tahun 2025 yang dinilai sebagai penghambat pencairan Dana Desa (DD) Tahap II, akhirnya membuahkan hasil.

Tiga kementerian, yakni Menteri Desa PDT, Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri, merespons baik tuntutan DPP Apdesi dan organisasi desa dalam Konferensi Pers di Auditorium Kemendes PDT Kalibata Jakarta Selatan, Kamis (04/12/2025)

Sejumlah poin tuntutan yang disampaikan itu meliputi, pembayaran kegiatan yang bersumber dari DD yang tidak ditentukan penggunaannya atau Non Earmarked, yakni

– Menggunakan sisa dana desa yang ditentukan penggunaannya (Earmarked) untuk membayar kegiatan Non Earmarked yang belum terbayarkan
– Menggunakan dana penyertaan modal desa ke lembaga ekonomi yang belum disalurkan dan/atau belum digunakan termasuk penyertaan modal ke BUM Desa atau BUM Desa bersama untuk ketahanan pangan

– Menggunakan sisa anggaran/penghematan anggaran tahun berjalan (2025) termasuk yang bersumber dari pendapatan selain dana desa dan/atau menunda kegiatan yang belum dilaksanakan
– Memanfaatkan sisa lebih penghitungan anggaran (Silpa) 2025

– Jika langkah 1 – 4 belum mencukupi, maka selisih kekurangan dicatat sebagai kewajiban yang belum dibayarkan untuk dianggarkan dan dibayarkan di tahun 2026 yang bersumber dari pendapatan selain dana desa

Baca Juga :  Sangaji Suku Tabaru Maluku Utara Tolak Isu SARA

Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa PDT dan Kementerian Keuangan segera menerbitkan surat sebagai dasar Pemerintah Kabupaten/Kota dan pemerintah desa mengambil langkah tindak lanjut sebagai berikut:

– Kewajiban yang belum dibayarkan diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) Tahun anggaran 2025
– Bupati menugaskan camat untuk mengevaluasi APB Des Tahun 2025 khusus terhadap pergeseran anggaran untuk mengalokasikan anggaran kegiatan yang belum terbayarkan

– Pemerintah desa segera melakukan perubahan APB Desa 2025 untuk pergeseran alokasi anggaran
– Menerbitkan peraturan kepala desa tentang penjabaran APB Desa Tahun 2026 untuk menindaklanjuti SILPA mendahului perubahan APB Desa 2026

– Melakukan perubahan APB Desa Tahun 2026 untuk memanfaatkan SILPA 2025 dan sumber pendapatan selain dana desa untuk mengutamakan penyelesaian kewajiban yang belum dibayar

Kami semua Jajaran DPP Apdesi optimis langkah-langkah tersebut dapat dijalankan sehingga potensi gagal bayar mendapatkan solusi terbaik.

Agar proses pelaksanaan langkah-langkah tersebut berlangsung cepat dan efektif, maka pemerintah maupun pemerintah kabupaten akan terus melakukan pendampingan dan mitigasi

Dari responsifnya tiga kementerian dalam menyikapi sejumlah tuntutan yang disampaikan itu, menjadi tanda bahwa pemerintah pusat akan segera menuntaskan DD tahap II yang menjadi problem pasca diterbitkannya PMK 81 Tahun 2025.

Baca Juga :  Haji Robert: Kemerdekaan Adalah Amanah untuk Membangun dengan Hati

Pelunasan yang akan dilakukan sesuai hasil yang disampaikan, tidak akan mengganggu dana desa tahun 2026. Karena itu, jajaran DPP Apdesi Merah Putih mengimbau kepada seluruh kepala desa seluruh Indonesia, terlebih khusus di Maluku Utara agar tetap bersabar dan terus melayani rakyat yang dipimpinnya

“Sampaikan kepada masyarakat bahwa problem yang muncul ini adalah kebijakan nasional untuk menjaga defisit APBN. Untuk dana desa tahap II yang menjadi hak desa tetap dibayar. Hanya saja, waktunya yang tertunda,” ujar Waketum DPP Apdesi, Yoram Uang, usai konferensi pers

Dari hasil yang disepakati tersebut, DPP Apdesi tidak lagi mengerahkan massa untuk aksi di sejumlah daerah. Mengingat saat ini negara diterpa musibah, akibat bencana alam yang menimpah saudara-saudara kita di Aceh Sumatera Barat.

“Energi pemerintah pusat, semua diarahkan untuk pemulihan kehidupan sosial yang ambruk akibat bencana. Itulah alasan DPP Apdesi tidak lagi menginstruksikan untuk aksi, sebagai wujud kepedulian antar sesama,”ujarnya

Jika ada edaran yang tersebar bahwa akan dilakukan aksi unjukrasa pada 8 Desember 2025, itu adalah Apdesi versi lain. Bukan Apdesi merah putih.”Kalau ada yang melakukan aksi maka itu di luar tanggung jawab DPP Apdesi Merah Putih,”tegasnya. (met/JM)

Berita Terkait

Industri Nikel Obi di Era ESG: Antara Risiko, Tata Kelola dan Perbaikan
Industri Nikel Obi di Era ESG: Antara Risiko, Tata Kelola dan Perbaikan
Putra-Putri Pulau Obi Jadi Tuan Rumah di Industri Nikel
Sinergi Hakim dan IPASPI Kunci Utama Perayaan HUT ke-73 IKAHI di Maluku Utara
PW dan 5 PD se-Sumsel Dilantik, Yudhistira Ajak IWO Kontrol Lingkungan di Muba Sebagai Kawasan Tambang Minyak
Gardu Listrik Meledak di Kelurahan Stadion, Damkar Tangani Dua Insiden Beruntun
Sehari, Dua Kali Kebakaran di Ternate, Warga Apresiasi Kinerja Damkar
Fadli Wahda Ingatkan, Jaga Keselamatan Kerja di Bulan Suci Ramadan
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:30 WIB

Industri Nikel Obi di Era ESG: Antara Risiko, Tata Kelola dan Perbaikan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:51 WIB

Putra-Putri Pulau Obi Jadi Tuan Rumah di Industri Nikel

Rabu, 22 April 2026 - 09:43 WIB

Sinergi Hakim dan IPASPI Kunci Utama Perayaan HUT ke-73 IKAHI di Maluku Utara

Sabtu, 18 April 2026 - 12:29 WIB

PW dan 5 PD se-Sumsel Dilantik, Yudhistira Ajak IWO Kontrol Lingkungan di Muba Sebagai Kawasan Tambang Minyak

Senin, 6 April 2026 - 17:29 WIB

Gardu Listrik Meledak di Kelurahan Stadion, Damkar Tangani Dua Insiden Beruntun

Berita Terbaru

Korban Yang Ditemukan Meninggal Dunia Dalam Kamar Kost

Hukum & Kriminal

Polres Ternate Tangani Penemuan Jenazah Seorang Pria di Kelurahan Maliaro

Selasa, 2 Jun 2026 - 17:16 WIB